Solar industri biasa dipakai untuk mesin diesel, terutama kendaraan untuk mendistribusikan makanan dan produk manufaktur, mobil, kapal, generator yang menyuplai energi cadangan dengan listrik. Disinyalir bahan bakar ini lebih bersih dan terbilang lebih ekonomis dibanding bahan bakar fosil lainnya. Solar industri memiliki beberapa klasifikasi, sebagai berikut.
Klasifikasi 1D
Mesin diesel yang mengkonsumsi solar industri 1D, yang memaksimalkan kerja mesin di cuaca dingin sekalipun karena memiliki titik tuang dan kekentalan yang lebih rendah. Di cuaca dingin, bahan bakar harus tetap cair di temperatur rendah. Ketebalan atau kekentalan bahan bakar juga harus rendah selama cuaca dingin agar mampu mengalir. Solar industri 1D memiliki BTU (British thermal units) lebih rendah, yang menghasilkan jarak tempuh lebih rendah per galonnya. Menurut BanksPower.com, kebiasaan menyalakan dan mematikan mesin secara berkala dan sering, sebaiknya menggunakan solar industri D1.