Tampilkan postingan dengan label Digital Printing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital Printing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Digital Printing VS Offset Printing untuk Buku Anak

Digital printing berbeda dengan percetakan offset, tapi tiap teknik cetak ini bisa memenuhi kebutuhan cetak buku anak-anak di era modern ini. Percetakan offset merupakan teknik cetak buku tradisional, melibatkan plate-plate permanen. Digital printing hanya memanfaatkan teknologi komputer dan mesin cetak. Pasar buku anak-anak merupakan pasar yang sedang tumbuh di dunia penerbitan, yang fokus pada kebutuhan membaca bagi usia anak hingga remaja. Apa saja yang harus dipertimbangkan dari dua teknik cetak ini, berikut panduannya.

digital printing


Harga per unit
Teknik cetak offset berawal dari pembuatan plate cetak yang berukuran besar. Setelah plate-plate siap, biaya cetak untuk teknik cetak ini tidak terlalu mahal ketimbang buku cerita anak yang dicetak dengan digital printing yang tergantung dari tipe kertas, biaya tinta dan teknologi komputer. Publisher akan memilih percetakan offset karena biaya untuk mencetak dalam jumlah sangat banyak, seiring permintaan akan buku anak yang meningkat terus, tidak memberatkan biaya produksi. Beda dengan digital printing.

Selasa, 10 April 2012

Digital Printing dan Evolusinya

Selama lebih dari seperempat abad, perkembangan digital printing dari tahun ke tahun memiliki perjalanan yang menarik untuk diketahui. Seperti apa evolusi digital printing dalam industri percetakan, berikut runutannya.

1985, kemunculan digital printing ditandai dengan kehadiran office laser printer yang mampu menghasilkan cetak teks dan grafis berkualitas. Salah satu diantaranya adalah Apple LaserWriter, sebuah mesin cetak laser PostScript. Kemudian HP mengeluarkan printer laser jet, yang menggunakan mesin yang sama dengan Canon dan LaserWriter tapi dengan bahasa page description yang berbeda, PCL. Laser printer menjadi tanda resmi kedatangan digital printing selama beberapa tahun berikutnya.

1985 – 1990, Adobe, yang berdiri sejak tahun 1982, meningkatkan software graphis untuk Macintosh dengan Photoshop dan Illustrator. PageMaker dan Quark Express kemudian mengawali revolusi desktop publishing. Sistem berbasis PostScript ini memungkinkan pengguna Mac berkompetisi antar biro desain grafis.

Awal 1990-an, mesin cetak Canon CLC 500 yang merupakan laser printer berkualitas tinggi dengan interface computer diperkenalkan secara luas di Amerika Serikat dan Eropa. Beberapa perusahaan pihak ketiga mengembangkan interface tersebut sehingga mampu memberikan hasil yang lebih baik lagi, terutama bagi pengguna Mac, yang juga mampu menghemat biaya digital printing secara dramatis. Pada masa itu mulailah timbul persaingan antara usaha percetakan tradisional dan digital printing.