Tampilkan postingan dengan label Baju Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baju Wanita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Mendesain Butik untuk Baju Wanita

Anda punya impian memiliki bisnis sendiri, yaitu membangun sebuah bukti khusus baju wanita. Impian ini sebentar lagi akan menjadi kenyataan, tapi Anda bingung bagaimana menghadirkan sebuah butik baju wanita yang membuat pengunjungnya nyaman, sementara Anda tidak memiliki anggaran lebih untuk membayar seorang interior desainer. Tips berikut bisa Anda terapkan.

baju wanita


1. Anda pasti punya ide sendiri mengenai tema desain butik atau atmosfer seperti apa yang ingin Anda ciptakan. Untuk memutuskannya, tentukan dahulu siapa target pasar Anda. Anda tidak ingin mendekorasi butik - yang menyediakan baju wanita bertema gotik – dengan ornament bunga dan beralaskan karpet berwarna cerah. Hal ini tentu akan mengurangi atmosfer gotik. Juga, bila memungkinkan, cobalah untuk mengkoordinasikan tema dengan nama butiknya. Contohnya, sebuah butik bernama BubleGum bisa didekorasi dengan ornament balon-balon berwarna pink. Hal ini akan membantu butik lebih berpadu dan menciptakan pengalaman tidak terlupakan bagi pelanggan.

Rabu, 25 April 2012

Baju Wanita Era 1940-an

Gaya baju wanita terus berubah dari generasi ke generasi berikutnya, dengan tren fashion yang dating dan pergi lalu kembali lagi. Baju wanita dari era 1940-an kala itu sangat terinspirasi oleh peristiwa Perang Dunia 2, dan kondisi ekonomi negara-negara yang terlibat di dalamnya. Walau masa itu berlalu, tidak dengan fashion wanita era ’40-an yang sekarang ini justru kembali populer. Perubahan fashion Ledakan Perang Dunia 2 mengubah kancah fashion wanita sepanjang tahun 1940-an. Kesediaan bahan pakaian yang minim di industry pakaian dikombinasikan dengan kebutuhan wanita untuk bekerja di pabrik selama perang terjadi memainkan peran sangat besar dalam mengubah skema fashion wanita. Contohnya perusahaan pakaian mulai memotong baju pria menjadi baju wanita yang layak pakai. Bantalan bahu pada baju pria ditinggalkan dan menjadi bagian dari baju wanita, pada saat itu hal ini adalah gaya terbaru. Bantalan bahu tidak hanya dipakai pada baju wanita saja, tapi juga di perusahaan garmen. Tren ini berlanjut hingga meraih kepopulerannya hingga tahun 1949. Kupon fashion Berhubung terjadi kekurangan material pakaian akibat perang, wanita kala itu harus menggunakan kuopon untuk membeli baju wanita baru, kaus kaki atau bahan rajutan. Kupon ini dirilis oleh pemerintah pada awal tahun 1941. Setiap wanita dewasa diberikan 66 kupon untuk digunakan dalam setahun. Hingga tahun 1945 jatah kupon dikurangi hanya menjadi 36 kupon setahun. Pemerintah menyusun aturan penggunaan kupon. Contohnya, kupon hanya bisa dipakai pada masa tahun tertentu, artinya kupon tidak akan berlaku lagi untuk tahun berikutnya. Walau sudah mendapatkan kupon, kebanyakan wanita di masa itu hidup di bawah garis kemiskinan sehingga tidak bisa juga membeli baju wanita baru.