Ternyata keberadaan apartemen Jakarta masuk dalam daftar investasi jenis real estate yang terfavorit. Baik investor dari dalam dan luar negeri sama-sama menyepakati bahwa bisnis residensial berupa apartemen Jakarta yang kian banyak bermunculan adalah ladang investasi yang memiliki catatan perhitungan yang menguntungkan. Kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, Makassar, maupun Pulau Bali diprediksi segera menyusul.
Hal ini terungkap setelah Rusmin Lawin, Sekretaris Jenderal Federasi Real Estate Internasional (FIABCI) untuk Asia Pasifik, mengatakan bahwa yield hunian, mencapai kisaran 11% - 12,5%. Sementara yield untuk jenis office building grade A baru mencapai 10% - 12%. Catatan ini menjadi salah satu indikator Indonesia masih menjadi tujuan investasi favorit untuk kategori real estate. Sedangkan Hasan Pamudji, Senior Research Manager Knight Frank Indonesia, mengatakan dengan harga properti yang relatif lebih murah dari Singapura, Indonesia potensial untuk menarik investor global, sebab peluang kenaikan harganya juga lebih besar. Belum lagi bisnis penyewaan apartemen Jakarta. Situs Globalpropertyguide.com melansir imbal hasil bisnis penyewaan apartemen di Indonesia per tahunnya sekitar 10,21%, jauh di atas Singapura yang hanya 2,94%.